Proposal

PENGARUH SERTIFIKASI HALAL

TERHADAP KEPERCAYAAN KONSUMEN

STUDI KASUS: KETERLAMBATAN PENGELUARAN SERTIFIKASI HALAL RESTORAN “SOLARIA”

 









Stevan Valentino 2300101001

Alexandra Gracia Tanudjaja 2400101008

Jonathan Soetomo 2400101024

Rafael Vesius Charisteas 2400101034

Helena Graciela Harwanto 2400101070

Chris Evan Ardianata 2400101073

Raden ‘Athaullah Al-Qusyairy 2400101075

Samira 2400101087


Dosen Pengampu:

Dr. Aryaning Arya Kresna, M.Hum


Mata Kuliah:

Etika dan Budaya



PROGRAM STUDI SENI KULINER

UNIVERSITAS PRADITA

TANGERANG

2026


BAB I

PENDAHULUAN


1.1 Latar Belakang

Indonesia merupakan negara yang penduduknya sebagian besar menganut agama Islam. Berdasarkan data dari Sistem Informasi Geografis (GIS) Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, sekitar 87,14% penduduk indonesia beragama Islam, sehingga membuat aspek kehalalan dalam produk makanan sangat penting kejelasannya. 

Dalam hal ini jaminan kehalalan suatu produk tidak hanya menjadi kewajiban agama, tetapi menjadi faktor penting bagi meningkatkan rasa kepercayaan konsumen dalam memilih suatu tempat makan. Hal ini di diperkuat dengan diberlakukannya Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014 yang mengatur tentang jaminan produk halal.

Sertifikat halal juga berfungsi sebagai bentuk legalitas bagi konsumen sekaligus memberikan rasa aman, nyaman khususnya bagi masyarakat yang beragama Islam, mengingat adanya pantangan tertentu dalam hal konsumsi. Selain itu, label halal menjadi salah satu nilai tambah bagi pelaku usaha karena dapat meningkatkan citra, daya saing dan loyalitas konsumen. 

Mengingat adanya kasus keterlambatan pengeluaran sertifikasi halal pada salah satu restoran ternama tersebut, kami akan meninjau bagaimana isu ini mempengaruhi kepercayaan konsumen terhadap restoran tersebut. Beberapa studi menemukan bahwa sertifikasi halal berdampak baik terhadap keyakinan dan penetapan pembelian pelanggan. Pembeli condong lebih menyukai produk atau tempat makan yang sudah memiliki sertifikasi halal lantaran dianggap lebih terjamin dari segi unsur, tata cara pengolahan, hingga penyajiannya.


1.2 Rumusan Masalah

  • Apakah dengan terlambatnya sertifikat halal yang dimiliki, dapat mempengaruhi kepercayaan di mata masyarakat?

  • Seberapa penting sertifikasi halal bagi pemilihan restoran bagi konsumen yang beragama Muslim?


1.3 Metode Pelaksanaan

Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang disebarkan kepada mahasiswa (terutama muslim) Pradita University jurusan Culinary Arts, yang pernah atau sering membeli produk di restoran Solaria. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling, yaitu responden yang memenuhi kriteria tertentu (Muslim dan pelanggan Solaria), di Universitas Pradita jurusan Culinary Arts angkatan 2024 & 2025, dengan jumlah target sebesar 50 orang.  Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif untuk mengetahui tingkat kepentingan sertifikasi halal terhadap kepercayaan dan keputusan pembelian konsumen.


1.4 Tujuan 

Pembahasan topik proposal ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam peran sertifikasi halal sebagai bagian dari etika bisnis dalam industri restoran, Khususnya dalam konteks masyarakat indonesia yang memiliki latar belakang budaya dan agama yang beragam. Sertifikasi halal tidak hanya dipandang sebagai pemenuhan kewajiban agama, tetapi juga sebagai bentuk tanggung jawab moral dan etika pelaku usaha dalam memberikan rasa aman, nyaman, serta kepercayaan kepada konsumen. 

Selain itu, pembahasan ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana keterlambatan dalam kepemilikan sertifikat halal dapat mempengaruhi persepsi masyarakat terhadap komitmen etis suatu  restoran. Melalui pembahasan ini, diharapkan dapat  dipahami hubungan antara nilai-nilai budaya, keagamaan, dan kepercayaan konsumen dalam menentukan keputusan memilih tempat makan, serta bagaimana sertifikasi halal menjadi salah satu indikator penting dalam menilai profesionalisme dan etika sebuah usaha restoran.


1.5 Bentuk Kegiatan

Dalam penelitian ini, kami akan melakukan beberapa kegiatan untuk mengumpulkan data, diantaranya : 

  • Studi literatur mengenai pentingnya transparansi restoran dalam bahan yang digunakan dalam produk mereka melalui berbagai artikel dan jurnal ilmiah, dan dampaknya kepada kepercayaan konsumen.

  • Membuat sebuah survei terutama kepada masyarakat sekitar yang sering berlangganan dengan restoran “Solaria” dan menanyakan jika sertifikasi halal menjadi sebuah hal yang penting untuk dipertimbangkan.

  • Adapun bentuk kegiatan yang dilaksanakan meliputi wawancara pelanggan secara langsung ke lokasi penelitian untuk mengukur mempertanyai jika sertifikasi hal menjadi hal yang mereka pertimbangkan sebelum berlanggan, dan tingkat kepercayaan mereka terhadap sertifikasi tersebut.


BAB II 

PEMBAHASAN


2.1 Landasan Teori

2.1.1 Pengertian Restoran

Restoran merupakan tempat berbisnis yang menyiapkan dan menyajikan makanan maupun minuman. menurut Soekresno (2001),  Restoran adalah suatu usaha komersial yang menyediakan jasa pelayanan makanan dan minuman bagi umum yang dikelola secara profesional. Dalam hal tersebut berarti restoran bukan hanya berfokus dalam mencari keuntungan tetapi juga, memberikan kepuasan terhadap setiap pelanggan yang merupakan tujuan operasional keberlangsungan restoran. 

Restoran juga biasanya memiliki keunikan tersendiri yang menjadi daya tarik, baik dalam menu nya maupun dalam experience tamu dalam menikmati hidangan tersebut. Restoran merupakan tempat yang menyediakan layanan makanan dan minuman (Tangian, 2019). Menurut WebstaurantStore (2018) ada 11 tipe restoran, yaitu:

  • Fine DIning

Fine dining dikarakteristikkan dengan adanya formal dress code dan fine dining etiquette. Serta restoran dihiasi dengan suasana yang mewah dengan pelayanan yang baik.

  • Casual Dining

Suasana restoran ini biasanya bervariasi tergantung dengan brand dan pelanggan yang dituju. Menu harga pada casual dining dikelompokan dengan harga sedang.

  • Contemporary Casual

Restoran yang modern dan trendi dengan merek yang berbeda. Restoran ini mengikuti protokol ramah lingkungan dan unik, serta pilihan makanan yang sehat dengan masakan cuisine. Menurut Handayani (2018) masakan cuisine adalah masakan yang menggabungkan unsur tradisi kuliner yang berbeda.

  • Family Style

Restoran family style memiliki atmosfer yang casual. Makanan yang dihidangkan biasanya dalam piring yang besar untuk dinikmati bersama. 

  • Fast Casual

Kualitas makanan dan harga lebih tinggi dari pada fast food tapi lebih murah dari casual dining.

  • Fast Food

Restoran ini berfokus dengan layanan yang cepat dan service counter atau drivethru.

  • Café

Café biasanya menyajikan kopi, teh, pastries, dan makanan kecil untuk sarapan dan makan siang. Suasana café biasanya casual dan santai sehingga bisa untuk tempat bertemu dengan teman dan tempat kerja yang santai.

  • Buffet

Restoran dengan tipe Buffet ini biasanya dikenal juga dengan sebutan All You Can Eat. Restoran ini biasanya memiliki tema atau spesialisasi dalam hidangannya, misalnya hanya menyediakan masakan Cina atau India, atau Indonesia, dll.

  • Food Trucks and Concession Stand

Menyajikan makanan kecil seperti hotdog, ice cream, sandwich, dll. Biasanya tipe restoran ini dapat ditemukan di luar ruangan seperti acara olahraga, pameran, jalanan kota, dll.

  • Pop-Up Restaurant

Tipe restoran ini berkonsep kreatif dan kontemporer. Beroperasi hanya beberapa jam hingga beberapa bulan. Lokasi restoran ini bervariasi bisa dalam kontainer pengiriman, bangunan tua yang tidak terpakai, hingga luar ruangan.

  • Ghost Restaurant

Ghost restaurant dapat disebut sebagai restoran virtual atau restoran khusus delivery. Restoran ini disebut Ghost Restaurant karena tidak ada lokasi fisik. Restoran ini biasanya bermitra atau adanya pihak ketiga untuk mengantarkan makanan dan memanfaatkan website dan media sosial.


2.1.2 Pengertian Halal

Halal adalah sebuah istilah yang digunakan untuk mendeskripsikan makanan yang mengikuti peraturan diet agama Islam. Untuk mempermudah membedakan makanan yang dianggap halal dengan yang tidak sertifikasi halal diberikan kepada pengusaha makanan yang telah mengikuti peraturan tersebut. Sehingga sertifikasi halal digunakan sebagai jaminan bahwa makanan yang diproduksi dan dijual oleh sebuah usaha telah mengikuti peraturan makanan Islam. 

Peraturan tersebut adalah: Semua bahan yang digunakan dalam resep harus bersumber dari pemasok Halal bersertifikat dengan dokumentasi yang tepat yang memverifikasi kepatuhan mereka terhadap standar Halal, seluruh proses produksi harus didokumentasikan dan dapat diverifikasi untuk memastikan kepatuhan Halal, protokol pemisahan yang ketat harus diterapkan untuk mencegah kontaminasi silang antara bahan baku yang sesuai dengan standar Halal dan yang tidak sesuai.


2.2 Tinjauan Pustaka

Penelitian sebelumnya oleh Sukmasari (2018) berjudul “Pengaruh Sertifikasi Halal, Kesadaran Halal, dan Kualitas Produk terhadap Minat Beli Produk Makanan Restoran Solaria di Surabaya” menggunakan metode kuantitatif dengan melibatkan 100 responden. Teknik analisis data yang digunakan adalah regresi linear berganda dengan bantuan program SPSS. Penelitian tersebut membahas pengaruh sertifikasi halal terhadap minat beli konsumen pada restoran Solaria, khususnya dalam konteks isu penggunaan bahan non-halal yang sempat berkembang di masyarakat.

Hasil penelitian menunjukkan bahwasanya sertifikasi halal dan kesadaran halal memiliki pengaruh yang signifikan terhadap minat beli konsumen. Temuan ini menunjukkan bahwa keberadaan sertifikasi halal menjadi faktor penting dalam membangun kepercayaan dan mendorong keputusan pembelian konsumen.

Penelitian lainnya yang relevan dengan penelitian ini berjudul “Pengaruh Halal Awarenesss dan Halal Certicifation terhadap Keputusan Pembelian Konsumen Muslim pada Restoran Solaria Saga Sorong” karya Saputri et al., (2025). Penelitian tersebut bertujuan mengetahui pengaruh kesadaran akan kehalalan suatu produk (halal awareness) dan sertifikasi halal (halal certification) terhadap keputusan konsumen Muslim dalam menjadi konsumen. Penelitian ini berjenis penelitian korelasional dengan pendekatan kuantitatif. Sampel yang terdapat pada penelitian ini berjumlah 100 responden dan dipilih berdasarkan kriteria tertentu dengan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara menyebarkan kuesioner dengan teknik purposive sampling. 

Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa halal awareness berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian konsumen Muslim pada Restoran Solaria Saga Sorong. Hal ini menjelaskan bahwa semakin tinggi tingkat kesadaran konsumen terhadap pentingnya kehalalan produk, maka semakin besar kecenderungan mereka untuk melakukan pembelian. Selain itu, halal certification juga terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian. Keberadaan sertifikasi halal memberikan jaminan dan meningkatkan kepercayaan konsumen dalam memilih produk makanan.



.

Comments

Popular posts from this blog

PORTOFOLIO

LAPORAN PENGARUH SERTIFIKASI HALAL TERHADAP KEPERCAYAAN KONSUMEN (STUDI KASUS: KETERLAMBATAN SERTIFIKASI HALAL RESTORAN SOLARIA)